Sunday, 6 July 2014

hari yang tidak biasa

Hari ini, Sabtu, 5 Juli 2014.

Apa yang membuat Sabtu ini menjadi tidak biasa bagi masyarakat Indonesia adalah: ini hari terakhir kampanye Capres RI periode 2014 ~2019.  Ditandai debat Capres dan Cawapres Prabowo~Hatta (no.1) dan Jokowi JK (no.2) mengenai pangan, energi dan lingkungan.  Syukurlah, akhirnya berakhir juga masa kampanye.  Sangat melelahkan mata dan hati! semua kefanatikan pendukung capres berikut 'black campaign'nya :(   Banyak juga yang lucu2 dan kreatif dari kalangan anak muda siyy.. hehehe..  Tidak perlu dibahas lagi lah. kini masa tenang, saatnya doa ..doa dan doa, serahkan dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui yang Ghoib. Yang Maha Kuasa, untuk menetapkan pemimpin - pemimpin yang terbaik bagi negeri ini.  Untuk turut menjaga dan hadir disetiap langkah pemimpin-pemimpin kita kelak. aamiin YRA. 

Debat ditutup dengan pengharapan dan ucap janji pengabdian dari Prabowo, dan Doa untuk kebaikan dunia dan akhirat yang dipanjatkan oleh Jokowi; mari kita aminkan bersama.


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[البقرة :201]
aamiin YRA
adapun Moderator debat malam ini,
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Sudharto P. Hadi
menutup debat dengan sebuah pantun yang menyejukkan :)

Bunga Mawar bunga Melati



Tumbuh subur di halaman rumah



Kita sukseskan pemilu 9 juli 



Untuk masa depan Indonesia yang cerah.

yuk kita aminkan lagi... aamiin YRA 



Itu tadi yang umum.
apa lagi yang tidak biasa hari ini:
katanya, ribuan pendukung Jokowi kumpul di GBK. Puluhan artis gelar konser 'salam 2 jari' konon, tanpa bayaran apapun. sukarela untuk mendukung Jokowi.  seperti apa realnya disana, tidak tau.. karena pada saat yang sama, aku sedang 'Open House' untuk ruang yang disewakan, di Nipah, sebelah Walikota Jakarta Selatan.

hari ini, juga menjadi tidak biasa, karena isu nasional tadi, dengan tukang ojek yang tidak kenal sama sekali pun, hari ini aku duduk cukupan lama di bangku warung, mendengarkan curhat dan pertanyaan-pertanyaannya mau pilih siapa dan bagaimana.   Belum tau Pak.  Baru kali ini, rasanya untuk menentukan pilihan kok sangat menakutkan.  Mungkin faktor usia ya? mungkin juga karena memikirkan bagaimana kehidupan nanti, bagaimana nantinya negara ini, baik didalam maupun hubungan dengan internasionalnya.  Juga ketakutan keburukan-keburukan dimasa lalu tidak mau terulang lagi atau bahkan lebih parah, pastinya.  Ya sudah, balik lagi ke doa dan lakukan perbaikan yang dapat kita lakukan terhadap diri sendiri sebagai warga.  Itu yang utama. Kita tidak bisa merubah kondisi-kondisi diluar, tapi kita bisa merubah diri kita untuk menjadi lebih baik.

hari ini, saya juga sangat bersyukur, bersama anak2 bisa selesaikan membuat bunga2 dari koran bekas.  Walaupun baru secuil.  Tapi ada keyakinan, semua yang besar manfaatnya itu berawal dari langkah kecil.  Kutitipkan bunga tadi di rumah 2 satu mba Ani, yang juga merupakan rumah yang ia bangun dengan barang-barang bekas, menjadi satu rumah yang indah.  Sangat terinspirasi dengan apa yang dilakukan oleh Gamal  Albinsaid yang bikin sampah menjadi alat bayar kesehatan untuk kaum dhuafa, jadi semangat mencari teman, yang juga peduli untuk pengolahan limbah menjadi sesuatu yang manfaat. 

yang tidak biasa juga, seharian ini, sampai dengan diperjalanan pulang, aku bertemu dengan orang-orang yang bertatoo ditubuhnya.  Baik hanya berpapasan, maupun yang hadir dan bercakap di rumah 2satu mba Ani.  Sampai bercerita, tattoo yang dia pasang 2 tahun lalu, pada saat ulang tahunnya, merupakan suatu pesan batin yang sangat mendalam.   kubilang, ya iyalah, sampai rela untuk membuat tanda/ gambar/ tulisan yang menempel seumur hidup ga hilang, tentunya sudah mikir seribu kali. Kutambahkan, 'yang paling apes rasanya, jika harus dapat undangan pernikahan dari mantan pacar yang namanya masih tertera ditattoo nya. hahaha.. Freike bilang iya mba! betul banget.  Makanya banyak yang di'retouched'.  kubilang, kenapa ga dihapus aja, kan bisa pakai lasser?   dia langsung jawab, wah, sakitnya itu mungkin bisa 10x lipat dari pada saat ditattoo, mba!  karena, kulit dibuka sampai dengan lapisan ke 3, kemudian tintanya dihapus dengan lasser. sakit sekali, pastinya mba! Hehehe.. aku nyengir aja.  Freike juga jelasin, bahwa saat ditattoo, ga bisa jika kondisi mabuk, karena aliran darah lebih cair dan akan sulit masuknya tinta. Hmm.. sangat tidak biasa, hari ini, mendengarkan penjelasan lengkap mengenai tattoo dan bertemu dengan ..mungkin lebih dari 5 orang hari ini dengan tattoo ditubuhnya.    aku hanya sekilas terbersit, Freike memang tidak musti sholat karena non muslim.. tapi bagaimana dengan yang muslim? ini aja bekas cat minyak ga hilang2 ditangan aku, gara2 ceroboh ga pakai sarung tangan, ngecat bunga koran - rasanya kurang bersih wudhu ku :0)
entahlah,. W a l l a a h u a l l a m.. Kitapun, tanpa tattoo.. belum tentu juga lebih baik.. 

Tadi, aku juga ditawarkan untuk membeli sepatu yang bikin hari ini  tambah menjadi tidak biasa. 'Bagus loh, perpaduan batik dan kulit sapi.. Lembut'..  Penasaran juga.. Pas kulihat.. Hm... Keren. Cool. Pas kupegang.. Mmm.. Lembut.. Kulitnya sangat halus.. Tapiii... Begitu perhatikan, lho kok? Ini Kulit Buaya?!   (Benar.. Kuperhatikan seksama, kuraba, iya.. Tekstur dan corak kulit  Buaya. Bukan kulit Sapi.  'Ini Buaya kok.. bukan Sapi" kubilang.  "Oh iya mbaa... Ini, sebenarnya adalah kulit Sapi.. tapi memang di'pressed' dan di'retouch' seperti kulit Buaya". Modelnya begitu.". 'Oooo... Sambil manggut-manggut kecewa bengong, kuperhatikan lagi.. Kuraba bagian dalamnya.. Mmm.. Iyaa.. Ini lembutnya kulit sapi.. Hehehe.. 'Berapa harganya? '1.7jt mba' ... Haa.. *mikir blom beli seragam anak2.. blom selesaikan operasional kerjaan.. blom nyiapin makanan sehat, vitamin dll.. blom lagi utk lebaran.. Hahaha... Mmm.. Ga deh..hahaha.. kupikir, dalam hati; sudah mahal-mahal,         ga asli, stylenya buaya lagih. Buaya Jawa. (Hak sepatunya motif batik). Sayang ah, Kalo aja kulit Sapi yg kuat dan lembut itu dibikin 'original' aja.. Dibikin 'simple exclusive elegant' ~ mungkin kubela-belain   ekstra kerja biar bisa beli tanpa korbanin kewajiban2 lain.  Seharusnya, warna  cokelat sapinya itu dibiarkan aja lebih elegan klasik,  setuju ga? setuju yaa :)P

oh ya, tidak biasa-biasanya juga, toll Jatibening .. macetnyaaaaa panjaaaaaang... sekali. sepertinya semua yang di Jakarta menyerbu ke Jatibening..  *huh*

Baiklaah.. 'Everything happened for a reason'. Ahamdulillaah.. thank you for this unordinary day, ya Allah.. alhamduilllaah.. diberikan keselamatan... kesehatan.. dan keberkahan.. juga pertemuan dengan orang-orang yang menyenangkan.  Semoga saling berikan manfaat. aamiin YRA..

Jatibening Baru,
5 Juli 2014  
kusuma

No comments:

Post a Comment