Pagi ini ketemu lagi sama si Om Gas, di tukang sayur dekat sekolah. Jika tidak diberitahu, umumnya orang pasti mengira beliau di usia 60an. Terlihat dari rambut putih keabuan yang dibiarkan agak panjang sebahu, dengan postur tubuhnya yang berisi, tegap. Cara berjalannya pun gesit, mengendarai motor dengan dua tabung gas di kanan diri motornya. Tapi aku sudah tauuuu.. bahwa Om Gas ini usianya sudah delapan puluh empat tahun! Walaupun sudah sering langganan gas dengan mama, tapi baru pas membantu pasang gas dua pekan lalu, beliau sedikit bercerita tentang keluarganya. Karena kubilang, "ah, moso om usianya sudah delapan puluh empat tahun?" sementara beliau masih aktif naik motor, angkut gas elpiji duabelas kilo dari motor ke dapur, melalui halaman yang cukup menanjak, juga terampil memasangkan selang dan gas ke kompor. "Anak-anak saya semua tinggal di luar negeri. Ada yang di Amerika, ada yang di Eropa, ada yang di Australia. Istri saya ada tiga. Yang pertama sekarang di China, yang kedua pengusaha, sekarang saya tinggal dengan istri ketiga. Tetapi semua istri dan anak-anak semua tidak ada yang terlantar. Ayah saya yang suruh (menikah lagi) karena ingin saya punya anak perempuan, supaya bisa masuk syurga.." Sambil tersenyum, meluncurlah pertanyaanku ke Om itu, "Ohhh gitu ya, Oom... memangnya, kalau boleh tauuu... agamanya Om apa?" karena aku langsung teringat akan salah satu keistimewaan wanita dalam Islam, yang isinya sebagai berikut:
"Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan
atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap
ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh
rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga."
Om seraya menjawab, "Saya menganut agama "Tao" kepercayaan Tiongkok." "Ooh.. iya Oom, syukurlah dapat anak perempuan ya." "Iya, dapat dua lagi, makanya papa saya sayang sekali." sambungnya menerangkan. Hehehe... seru juga dengar ceritanya, mama juga sampai ikutan happy ketawa-ketawa..
"Okaay.. thank you ya Oom.. terimakasih sekali sudah ditolongin pasang gas, juga terimakasih sekali dikasih cerita jadi boleh belajar dari pengalaman Om.. saya kebelakang dulu, takut masakan gosong sedang rebus2."
Sambil berjalan kedapur, aku sempat kepikir; ingat kondisi papa yang kurang fit di usianya yang 82 tahun, semenjak adik kesayangannya meninggal dunia, teringat ayahnya teman yang usia 80 keatas juga tapi tiap minggu masih aktif memimpin rapat, juga keingat ayah mba Ajeng yang juga sudah 80an, masih aktif kerjakan terjemahan bahasa dalam mengisi hari tuanya..
Jadi rupanya, usia seseorang tidak bisa dijadikan patokan dari kualitas hidup orang tersebut. Semua berarti berawal dari hati dan pikiran.
Healthy mind, creates healthy life..
mensyukuri nikmat hidup
mensyukuri nikmat sehat
mensyukuri nikmat keamanan
mensyukuri nikmat keluarga
mensyukuri nikmat persahabatan
mensyukuri nikmat harta
mensyukuri nikmat iman dan hidayah..
a l h a m d u l i l l a a h..
b i s m i l l a a h i r r a h m a n n i r r a h i i m..
“Karena itu ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat
pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu,
dan janganlah kamu mengingkari
(ni’mat)Ku.”. QS Al Baqarah[2]:152.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
(Al-Quran Al-Karim Surah Ibrahim [14]: ayat 7)
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
(Al-Quran Al-Karim Surah Ibrahim [14]: ayat 7)
nka, 12 Mei 2015, Jatibening Baru
No comments:
Post a Comment