Monday, 4 May 2020

Corona Kills the Dinos and Kids Grounds

We never know - when and how Allah SWT opens our heart to see what happened.

It was about midnight, I woke up when my little daughter, who has been locked down to do 'learn from home' system for about five weeks,  was still 'playing' with her android phone. "Ja, it's almost midnight why don't you stop playing, put the handphone and sleep", I said with gazing to her eyes, try to make sure she would understand that it's time sleep. Did she say yes? Noooo.  "Mommy, look, I'm watering my tree at Shoppee" now it's her turn staring at my eyes, quite long and deep..

This has opened my eyes that she's been very frustrate with my dinosaur life and as I've been too.. knowing she's damaging her brain night and day with the gadget.

Yes,  it hurts to see so often she felt asleep with holding the phone - even when it's being charged :'(

This is more bad than Corona.
and for a mama.. this is the worst.

We must do something.
Few urgent things.
H E L P  ....  ANYBODY.. HELP .. our kids.. please..

Let's pray and do..

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya : “Tidak ada Tuhan yang sebenarnya Disembah melainkan Engkau, Yaa ALLAH. Maha Suci ENGKAU, sesungguhnya aku adalah dari orang yang membuat zalim”. (QS Al-Anbiya’ : 87)

Astaqfirullaahal'adziim wa 'atubu 'ilaiih..
LAA ILLAAHA ILLA ANTA, SUBHANNAKA INNI KUNTUMMINADZALIMIIN

nka, Southern Jakarta
distancing period, WFH, LFH, online kids Graduation, regional lockdown
Global virus attack; Corona Virus / Covid 19.
*All over the world*

Monday, 18 March 2019

PERSINGGAHAN TERAKHIR

*Majelis Taklim Khairunisa*
Persada, Taman Sari, Jatibening.
Selasa, 19/03/2019
Ustadzah Barkah.

"ALAM KUBUR"
Jika suatu ketika seorang Muslim wafat, kemudian dalam  2 Hari keluarga tidak dapat menemukan / tidak mendapatkan tanah/daratan / tempat untuk mengubur - maka diperbolehkan untuk memandikan jenazah, mengkafani, memasukkan ke dalam peti kayu, memasukkan Batu yang berat kedalam peti dan memasukkan tanda/bendera didalamnya.  Baru diceburkan kedalam laut.  Bisa jadi peti tersebut tenggelam sebagai Makam didalam laut, (Karena adanya Batu) tetapi bisa jadi terbawa arus ke Wilayah atau ke Negara lain, maka setelah dibuka ada bendera - bisa jadi di Negara itu orang lain yg menemukan memakamkan (menguburkan di daratan). (MENURUT IMAM SYAFEI)
****

DILARANG MEMBUKA AIB orang yang sudah meninggal dunia.  Jangan mencela perbuatan yg sudah meninggal.
****
Tetapi Allah SWT melaknat orang2 kafir yang jahat, yg memusuhi, mendzalimi kaum Muslimin.  (Tertulis di Surat Al Lahab). Contoh pelaku penembakan Di NZ.
Sementara kepada kaum kafir yg baik; lakum dinukum waliyadiin. Untukmu agamamu, untukku agamaku.
****
Adzab kubur; contoh perbuatan yg dilakukan yg dapatkan adzab kubur besar;  semasa hidup sering menunda sholat sampai di akhir waktu (dengan alasan apapun) dan mengadu domba; bicara ini itu kesana kemari yang kemudian menyebabkan orang2 saling membenci dan bermusuhan.
(Baik yg disampaikan kebenaran = ghibah, maupun fitnah = berita tidak benar)
Berarti - katakan yang baik atau - DIAM.
JANGAN BERDEBAT.
Jangan Mengeluh, terus berdoa Mohon perlindungan Dan Pertolongan hanya kepada Allah SWT.
****
Menurut IMAM SYAFE'I jika jenazah sudah dikuburkan di suatu tempat, maka tidak boleh dipindahkan - kecuali ada keperluan yg penting sekali.
****
TAKZIAH (penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan oleh yang wafat disunnahkan, diperbolehkan baik sesama Muslim atau beda agama - sejauh yg berbeda agama itu baik; tidak memusuhi maupun tidak melarang beribadah.  Berziarah ke kuburnya pun boleh.  Namun lakum dinukum waliyadiin. Tidak ikut saat doa bersama.
Bertakziah cukup sekali saja.
Sebelum atau setelah dimakamkan boleh bertakziah. Maksimal setelah 3 atau 7 hari setelahnya.
****
Jika ada yg kena musibah, sebutkan Inna lillaahi wa Inna ilaihi rojiun.  Kembalikan segala ketentuan kepada Allah SWT.
Dianjurkan bertakziah tidak terlalu lama.  Tidak dianjurkan untuk adakan 40hari, 1000 hari, jika akan memberatkan ataupun akan membangkitkan kesedihan2.
****
Diperbolehkan utk ziarah kubur, baik lelaki maupun perempuan, dengan niat mengirim doa kepada jenazah.  Boleh menangis tetapi tidak boleh MERATAPI ( menangisi yg berlebihan dan menyesali kematian).
Jenazah yang akan diazab, jika diratapi oleh keluarga atau siapapun.
Diperbolehkan ziarah kubur sebagai pengingat kita akan kematian, tidak terhanyut Dalam kenikmatan rahmat rezki duniawi saja.
****
Dilarang untuk ziarah kubur kepada kubur orang2 yang wafatnya diazab oleh Allah SWT, misalnya mereka yg banyak cara hidup LGBT, menyukai sejenis, kemudian daerah itu dihancurkan dengan ditenggelamkan kebumi ataupun lumpurnya diangkat kepermukaan dll.
****
Perempuan bagus jika ikut mensholatkan jenazah, tetapi makruh jika ikut mengantarkan jenazah ke kubur, apalagi jika kubur suaminya.
Menghindari meratapi jenazah, atau pingsan.
Menghindari Mata yang melihat dan berpikiran buruk misalnya, "oh.. cantiknya, sudah menjadi janda, kaya raya lagi, peninggalan harta suami", dlsjnya.
****
Mengangkat anak harus tetap menamakan anak dengan nama Ayah kandung, kecuali jika mengangkat dari Yayasan yang tidak diketahui asalnya.
Anak angkat hanya boleh dapatkan warisan  1/3 bagian, sekalipun almarhum menuliskan wasiat lebih dari itu. (Untuk melindungi hak ahli waris yang lain).
****
Kajian ditutup dengan pembacaan Surat Al Asr

Surat Al-'Asr

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالْعَصْرِۙwal-'aṣr
Demi masa
,اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙinnal-insāna lafī khusr
sungguh, manusia berada dalam kerugian
,اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر
ِillallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
****
Rangkuman/catatan NKA
(Hanya sebagian yang sempat dituliskan, tidak semua yang disampaikan oleh Ustadzah Barkah)
Jatibening, Bekasi.

Monday, 22 February 2016

Sinau Qur'an: PRIME Period of LIFE






Catatan ku - Februari 2016 ( pada Kajian Al Qur'an oleh Ustadz. DR. Ahmad Hatta, MA)

note: catatan ini hanya berupa catatan pribadi, sama sekali tidak mengubah ayat2 Al-Qur'an dan terjemahannya,  namun penjelasan yang dicatat tentunya tidak seluruhnya lengkap seperti apa yang diterangkan/ dijelaskan  oleh Ustadz. Hatta dalam Majelis.  Untuk pemahaman terbaik dipersilahkan turut hadir didalam Kajian Al-Qur'an, tiap Kamis di Masjid Darussalam, Tamansari Persada Raya, Jatibening, Bekasi (exit toll Jatibening).

QS. 87 Surat AL - A'LA (YANG PALING TINGGI)



 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

87:1.Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,

 Pada kalimat ini Allah menyuruh kita untuk mensucikan namaNya dengan bertasbih.  Seluruh alam semesta dan beserta isinya senantiasa bertasbih kepada Allah, begitupun para malaikat.

Ust. Hatta mengajarkan tasbihnya nabi Isa/ nabi Yunus; 
baiknya diawali dengan istiqfar, memohon ampunan, mengakui dosa2/ kesalahan2 kita.

Astagfirullohaladziim... Laa Illa ha Illa Anta, Subhanaka inni Kuntu Minnadzdzalimiin.. 
artinya: 
Ampunilah aku ya Allah,
Ya Illah, (ya Allah dalam konteks kita sebagai manusia berkomitmen kepada Allah)
jika tidak karena kasih sayang Mu, pertolongan Mu, maka diriku adalah termasuk orang2 yang berbuat dzalim.. (tolonglah aku).

Ust. Hatta juga berpesan, pada saat kita sadar, apakah diri kita sendiri maupun melihat orang lain melakukan hal yang menyekutukan Allah, maka cepat kita sucikan dengan kalimat Tasbih untuk dapatkan ampunan dan rahmat serta ridhoNya..
(Misalnya saat lebih percaya akan ramalah/ jimat/ teori manusia dlsj., dibanding dengan ketakwa'an terhadap Allah SWT.

Allah memiliki sifat U'LU (Maha Tinggi)
U'lu Dzat => merupakan Dzat Tertinggi
U'lu sifat => memiliki Sifat2 Tertinggi
U'lu Qoohad => memiliki Kemauan Yang Paling Tinggi
U'lu Qudroh => memiliki Kemampuan Yang Maha Tinggi. 

Allah Maha Tinggi, bersemayam di atas ARSY Yang Maha Agung.



87:2. yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

Semua ciptaan ALlah diciptakan dengan kondisi yang sangat baik, (masing2) ada ukurannya, semua sudah ada tugas, fungsi dan manfaatnya. Semua mahluk, nyamuk dan apapun diciptakan pasti ada fungsinya, ada manfaatnya.  

Maka, mungkinkah ada seorang Manusia, dilahirkan - diciptakan, jika tidak ada fungsinya, jika tidak ada manfaatnya, jika tidak ada tugasnya di dunia ini?  Disinilah kita harus mensyukuri hidup. mensyukuri amanah. mensyukuri menjalani hidup dengan sungguh2 dan memahami untuk apa dan tugas apa mengapa kita diciptakan..


ada kisah sepotong kayu yang dipergunakan untuk penyangga ditempat Rasulullah biasa berdakwah di dalam masjid, kemudian suatu waktu kayu  tersebut digantikan dengan Mimbar yang besar.  Maka menangislah kayu itu, yang mana ia merasa tidak ada fungsinya lagi.  Para jamaah awalnya kebingunan suara siapakah itu yang terus menangis pada saat mereka sholat maupun saat Rasululloh berikan tauziah.  Kemudian setelah diketemukan sumber tangisan itu, Rasulullah turun dari mimbar, kemudian memeluk batang kayu itu dan mengatakan," wahai batang kayu, maukah engkau menjadi pohon. batang kayu yang akan berada di syurga?" maka kemudian batang kayu tersebut berhenti menangis.  Demikianlah, sepotong kayu saja, sangat ingin bermanfaat.

 

87:3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

Allah Menciptakan, Menyempurnakan ciptaanNya, Mengukur kadar ukuran yang pas, berbeda-beda pada setiap mahlukNya, kemudian memberikan Petunjuk kepada apapun yang diciptakanNya.   Bahkan seekor unta saja, diberikan cara bagaimana mencari rezekinya dipadang pasir yang begitu luas.


 

87:4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,


Allah menciptakan seluruh ciptaanNya dengan proses 
dan adanya satu periode (masa tertentu). 
Ada masa, dan masa itu tidaklah lama.  
bagaikan (diibaratkan seperti) Allah menumbuhkan rerumputan.



 

87:5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

Pada saat tumbuh, rumput itu kecil, kemudian segar, hijau => bermanfaat dan dicari untuk makanan ternak, untuk hiasan halaman dll.   Kemudian, ada masanya rumput itu terkena panas, menjadi kering dan kehitam-hitaman, atau mati. Tidak berguna lagi. Tidak bermanfaat lagi.


Begitu juga halnya manusia.  Ada masanya menjadi hijau, menjadi gagah, saat terkuat, hebat, cantik, menarik, tumbuh akalnya sehingga pintar dan bijaksana.  Disinilah masa terbaik setiap manusia, yang mana sangat bermanfaat, sangat disukai dan dicari oleh banyak orang. Memiliki kemampuan yang besar untuk berikan manfaat dan berkuasa. Namun semuanya itu tidaklah lama. semua itu akan berakhir.  Maka pada saat menjadi manfaat terbesar, pada saat sangat dibutuhkan, maka lakukan. Jangan menunggu kering.  

Juga berbagilah, bersedekahlah, baik itu uang, materi, waktu, ilmu, pada saat sangat dibutuhkan. Tidak sama sedekah kita selagi hidup dan setelah mati (atas nama untuk orang tua/ anak cucu berikan sedekah atas nama kita)  Ust. Hatta mencontohkan Rasulullah pada akhir wafatnya menanyakan kepada Aisyah, RA apakah uang Dirham yang ada sudah diberikan/ disedekahkan?

Allah kemudian menjadikan kita menjadi tua, keriput, kering, pikun, tidak bertenaga, dan akan habis juga manfaat yang dapat kita lakukan. Diibaratkan pada rerumputan yang mengering pada ayat 5 tersebut.

Itulah ada waktu2 dimana kita "menyesali" apa-apa yang seharusnya kita lakukan tetapi kita lewatkan. Menyesali waktu-waktu yang terlewatkan.








 

87:6. Kami akan membacakan (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,

Al Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW, yang mana isinya tidak berubah sampai dengan akhir zaman.  Saat menulis ayat-ayat Al-Qur'an, disaksikan oleh banyak orang dan Al-Qur'an diturunkan satu persatu, turun per-ayat.  Keesokannya Rasululloh menyampaikan kepada para sahabat, kemudian langsung diamalkan untuk sholat.


 

87:7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

Allah memiliki Kehendak yang Maha Tinggi.  Apapun dapat terjadi, apabila Allah Menghendaki.  Kun Fayakun. Apabila Allah Menghendaki, maka terjadilah.   Allah Maha mengetahui apa - apa yang dinyatakan, dan juga Maha Mengetahui apa yang tersembunyi didalam hati.   
Maka seringlah bertasbih dan Istiqfar, dari berburuk sangka terhadap apa yang Allah tetapkan.

Astaqfirullohaladzhiim... Yaa Allah, Engkau Maha suci dari prasangka aku bahwa Engkau tidak berikan ... xxx... (apapun yang ada keraguan / prasangka di hati/ pikiran) kepada diriku.


 

87:8. Dan Kami akan memberi kamu taufik kepada jalan yang mudah,

 Bahwa Kami memudahkan kamu kepada jalan yang sudah mudah, menuju hidayah, pemberian dan rahmat Allah.  Islam itu agama yang mudah. tujuannya mudah, syariahnya mudah.  Ini bagi mereka yang memiliki cita2/ tujuan untuk syurga. Maka terasa mudah.

tambahan penjelasan saat tanya jawab: 
Semua yang bertolak belakang dengan Al-Qur'an, berarti bukan islam.
Ust. Hatta juga mengingatkan, jangan bermain-main dengan Al - Qur'an apabila ada masalah kemudian membuka Al-Qur'an secara 'random' seperti mengundi akan dapat ayat mana sebagai jawaban dari permasalahan itu.   Yang benar adalah pelajari Al-Qur'an secara keseluruhan, maka saat bertemu dengan masalah, kita ingat, petunjuknya terdapat pada ayat -ayat yang mana.



 

87:9. oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,


Hendaknya manusia saling mengingatkan, saling nasehat-menasehati.  Dalam menyampaikan nasehat ada 3 hal yang perlu diperhatikan: 
- waktu yang tepat
- cara yang tepat
- materi yang tepat

namun dalam menerima nasehat, kita harus mengabaikan ketiga hal di atas.  Sekalipun dimuka umum, sekalipun belum siap, sekalipun tidak merasa salah, tetap berlapang dada untuk menerima nasehat (peringatan) tersebut.  Ustadz Hatta mencontohkan seperti halnya yang dilakukan oleh seorang pemimpin besar Abu Thalib, ketika beliau diberikan peringatan oleh seorang wanita di depan khalayak umum, maka tetap beliau seketika membenarkan wanita tersebut dan mengakui kelalaiannya, saking takutnya beliau bersalah kepada (ketentuan dari) Allah.

Karena peringatan itulah yang dapat menyelamatkan dari api neraka. 



 

87:10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

 orang yang takut (kepada Allah) akan mendapatkan Hidayah (petunjuk) melalui jalan manapun.  Mendapatkan peringatan-peringatan.












 

87:11. Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.



pada ayat ini Ustadz Hatta menjelaskan kata Syaqi; yaitu orang yang hina, yang celaka, yang kafir, yang sengsara.  Mereka menghindari dari (kebenaran-kebenaran) dari Al-Qur'an. Mereka menolak beriman kepada Allah.  Sementara semua keburukan menjadi hal yang biasa bagi mereka.








 

87:12. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).


 Dan apabila engkau menolak peringatan-peringatan itu, maka engkaulah yang akan menyalakan api neraka (menjadi bahan bakar dari api neraka).


 
 

  87:13 selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.


Siksa di dalam api neraka kondisinya manusia tidak mati, namun juga tidak hidup sempurna.  sangat tersiksa, dimana seluruh tubuh dibakar, hangus, kemudian ditumbuhkan lagi, demikian berulang-ulang, selamanya.

alhamdulillaah.. semoga bermanfaat.
wassallamu'alaikum wr.wb.
kusuma, jatibening, bekasi.
Februari 2016.

bersambung ~ masih surat AL-A'LA, ayat 14 sd 19 insya Allah pada kajian berikutnya..

Sunday, 24 January 2016

Ketika Hari Ditampakkan Segala Rahasia

Assalamu'alaikum Wr.wb.
Kepada Saudara Muslim, dan Sahabat yang berbahagia,

Perkenankan saya berbagi sebagian dari Kajian Al Qur'an kamis, 21 Februari 2016 oleh ustadz DR. AHMAD HATTA, MA sebagai berikut:

Hari ini aku terlambat datang ke Kajian rutin DR. Ahmad Hatta, MA di Masjid Darussallam, Taman Persada, Jatibening.  Harus bereskan semua dulu.. Siapin makanan duluuu... Gerimis lagih. Tapi, sudah niat sinau.. Tetap berangkat!

"Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Kuasa Mengembalikan manusia hidup kembali sesudah mati. Kuasa mengubah orang yang mengalami kehancuran menjadi bagus kembali, baik saat ia hidup maupun saat ia di akhirat yang kekal nanti..  atau sebaliknya, kun fayakun.. Apabila Allah menghendaki, maka sangat mudah untuk terlaksana."

 kalimat ini yang sedang dijelaskan oleh Ust. Ahmad Hatta saat aku tiba.  Sebagai penjelasan dari Al Quran, Surat ATH -THARIQ ayat 8; SESUNGGUHNYA ALLAH BENAR2 KUASA UNTUK MENGEMBALIKANNYA (HIDUP SETELAH MATI).

Dan Surat Ath Thariq ini diawali oleh Sumpah yang besar; "Demi langit dan yang datang pada malam hari".



QS. ATH-THARIQ

ayat 9
Pada hari ditampakkan segala rahasia,

ayat 10
maka sekali-sekali tidak ada bagi manusia dari kekuatan pun (menolak siksa), dan tidak (ada) pula penolong.

Penjelasan:
Pada hari itu, manusia dibangkitkan.
Saling melihat, saling mengenal.
Pada hari itu, semua yang pernah dirahasiakan, apapun dosa dan perbuatan tang dirahasiakan selama di dunia, menjadi terbuka dimana semua orang dapat saling melihat dan saling mengetahui.
Ibaratnya, seperti anak sekolah yang mendapatkan buku raportnya semasa hidup, maka pada saat itu orang2 sholeh akan saling memberikan selamat tanpa diberitahu, karena buku catatan amal semua orang akan terbuka tanpa sedikitpun rahasia bagi semua.  Sementara orang2 tholeh (lawan dari sholeh) berusaha menolak dan lari dari pembagian buku amal tersebut, namun tidak ada sedikitpun kekuatan dan juga pertolongan untuk menghindar dari catatan amal dan siksa.

Pada hari itu, Allah berikan pertolongan melalui syafaat2.. Yang terbesar adalah syafaat Nabi Muhammad SAW.. Kepada umatnya yang beriman.  Syafaat lain adalah dari doa dari anak yang sholeh dan anak yang hafal Al Qur'an.

Pada hari itu orang2 beriman bersyukur akan dua hal:
1. Walaupun ditampakkan catatan dosa2 dan kesalahan2 selama hidup, namun ia beriman.
2. Semasa masih hidup ia sempat bertaubat, dengan taubat yang sungguh2, kemudian menutupi kesalahan dan dosa di masa lalunya itu dengan kebaikan2 yang banyak, sehingga timbangan amal sholehnya menjadi lebih berat dari dosa2nya.

Demikian, ust. Ahmad Hatta juga menambahkan, bahwa kadang Allah memberikan azab di dunia atas dosa2 orang tersebut dengan hal2 yang tidak disadari, seperti azab kekayaan yang berlimpah namun hati yang keras dan tidak dapat melihat kebaikan terhadap dirinya, keluarganya maupun orang lain.  Azab dari Allah juga dapat berupa terhalangnya kemmampuan untuk sholat malam dan merasakan indah nikmatnya bermunajat kepada Allah.  Juga kehilangan harta, cobaan dalam menghadapi masalah2 maupun sikap anak/ suami/ istri dan juga hilangnya rahmat kesehatan.  Maka bersegeralah memohon ampun dan bertaubat atas dosa2, beristiqfar dan memperbaikinya dengan banyak melakukan kebaikan2.

Demikian, kajian ditutup dengan forum tanya jawab dan DOA, semoga menjadikan petunjuk, manfaat dan keimanan bagi para jamaah.

Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin..
&&&
Kamis, 21Feb 2016.
Jatibening Baru,
novianti k. adikusumo

###
Ps. Apabila Bapak/ Ibu menemukan ada kekurangan/ kesalahan pada penulisan maupun isi dari rangkuman ini, mohon untuk dapat memberikan koreksi tertulis melalui email novikusumajakarta@gmail.com , terimakasih!


Sunday, 13 December 2015

WANITA dalam ISLAM ~ bagian I (pertama)

MAJELIS TAKLIM MIFTAHUL JANNAH
Jatibening, Sabtu 12 Desember 2015
Topik: W  a  n  i  t  a     d a l a m     I s l a m
oleh:    Ustadzah Hj. Ratu Faizah Ch

Assalamu'alaikum wr.wb. sahabat muslim sekalian, 
senang sekali dapat berbagi pengetahuan yang didapat dari Majelis Taklim, apalagi yang ini khusus mengenai wanita.  Semoga bermanfaat.
 
Pagi itu, Ustadzah Hj. Ratu Faizah Ch membuka dengan doa dan berikan tauziah dengan cepat, sebelumnya beliau menyampaikan bahwa sudah ditunggu pada acara seminar.  
Dari catatan yang diberikan berikut ini, kami baru hanya mendapatkan bahasan penjabarannya untuk poin nomor 1, yaitu kewajiban-kewajiban wanita sebagai hamba Allah (QS. 25 AL - FURQOON, ayat 63~77)



dengan penjelasan sebagai berikut: 

Poin no. 1. Kewajiban-kewajiban wanita sebagai hamba Allah
'ibaadurrohmaan;  mengabdi hanya kepada Allah.

QS. 25, AL-FURQOON (pembeda):

ayat 63
Dan Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

ayat 64
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka* 
(* = maksudnya, orang-orang yang sembahyang tahajud di malam hari semata-mata karena Allah)

ayat 65
Dan orang-orang yang berkata,"Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal."

ayat 66
Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruknya tempat menetap dan tempat kediaman.

ayat 67
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

ayat 68
Dan orang-orang  yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang Diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)dosa(nya).

ayat 69
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknyapada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

ayat 70
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka DIganti Allah dengan Kebajikan.  Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ayat 71
Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

ayat 72
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatanyang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

ayat 73
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan Ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

ayat 74
Dan orang-orang yang berkata,"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."

ayat 75
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

ayat 76
mereka kekal di dalamnya.  Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

ayat 77
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak Mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu.  (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepadaNya), padahal kamu sungguh telah mendustakanNya?  Karena itu kelak (azab) [asto (menimpamu)."

Tambahan penjelasan dari Hj. Ratu Faizah ch, sebagai penjabaran di atas adalah sbb: 

1. sebaik-baiknya wanita itu tidak bersikap sombong.  harus rendah hati. Walaupun dijahili, maupun didzalimi, harus bersikap Kharimah (mulia).  

Tingkatan sikap yaitu; 
1. akhlaqul Hasanah (berakhlak baik)
2. akhlaqul Kharomah (berakhlak mulia)
3. akhlaqul adzhiim (berakhlak agung)

diberikan contoh, semisal dicela/ digoda dengan perkataan tidak baik, tetap tenang dan berikan jawaban dengan kata2 yang baik, kemudian mendoakan orang yang mencela atau yang mendzalimi dengan doa dan kata2 yang bagus untuk memohonkan kebaikannya.  Contoh lain diberikan, apabila kemudian mengetahui suami telah menikah lagi, tetap tenang, memaafkan dan bersikap baik kepada suami dan wanita yang menjadi istrinya tersebut, tetap mendoakan, dan jika mampu, umrohkan (ibu hj. ini berikan contoh tanpa bergurau, bahkan saat kami, ibu2 majelis langsung tertawa bernada protes; beliau menegaskan, saya menyampaikan ini sungguh-sungguh, sebagai contoh akhlaqul Kharimah yang mendapatkan balasan kebaikan dari Allah). 

2. Menjalankan sholat Tahajud semata-mata hanya karena Allah.

dengan menjalankan sholat tahajud yang terus menerus dilakukan, Allah akan berikan orang itu kemampuan dalam perkataan yang berat maknanya, sehingga didengar oleh banyak orang.  Ditinggikan derajatnya, baik di dunia maupun di akhirat.

3. Lidah yang selalu berdzikir, memuji kebesaran Allah, memohon hanya kepada Allah dan senantiasa mengingat Allah.

4. Dapat bersikap hemat, menjaga harta suami dan keluarga.  Dalam membelanjakan, selalu mengutamakan dan mengingat sesuai KEBUTUHAN saja, kebutuhan diri/ suami/ keluarga.   Bukan belanja berdasarkan hasrat maupun keinginan ini itu yang akan timbulkan keborosan dan berlebih-lebihan.

5. Tidak syirik, tidak musyrik.  yaitu tidak mempersekutukan Allah, tidak percaya ramalan, tidak mempercayai hal-hal kebendaan seperti bergantungkan keamanan kepada jimat, menyalakan lampu akan membawa rezki, tidak mentuhankan tokoh2 idola dan lain sejenisnya.

6. Tidak menyakiti/ mendzalimi sesama manusia, baik secara fisik maupun mental, apalagi membunuh (dlm hal ini tanpa alasan yg kuat).

7. Menjaga diri untuk tidak berzina; baik zina ucapan, perbuatan, hati maupun kehormatan.

~~~

Demikianlah, yang disampaikan oleh Ustadzah Hj. Ratu Faizah ch
semoga bermanfaat.  Beliau juga mengatakan, untuk sehelai catatan yang beliau berikan, biasanya pembahasan secara detailnya adalah selama 3 kali pertemuan, atau bahkan selama 1 tahun.  Ikhlas yaa..  insyaa Allah dilanjutkan di bulan depan. Kemudian beliau tutup majelis dengan doa, dan pamit melanjutkan ketempat lain.

insyaa Allah ikhlas, bu Hajjah... yang di atas saja, bacanya sudah berdebar-debar, sungguh untuk mengamalkan, banyak sekali harus belajar.. bersabar ... ikhlas.. dan sucikan hati.. 
Astaqfirrullohal adziim wa atubu' ilaiih... astaqfirrullohal adziim yaa qhofurrurrohiim.. 
astaqfirrullohal adziim yaa qhofurrurwadduud.. 

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Auudzubillaahi minasysyaaithoonirrajiim

“ Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk “


 AL FATEHAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ
bismillaahirrahmaanirrahiim
[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
alhamdulillaahirabbil’aalamiin
[1:2] Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ
arrahmaanirrahiim
[1:3] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
maalikiyawmiddiin
[1:4] Yang menguasai di Hari Pembalasan

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
iyyaakana’buduwa-iyyaakanasta’iin
[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
ihdinaashshiraathalmustaqiim
[1:6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
shiraathalladziinaan’amta’alayhim ghayrilmaghdhuubi’alayhim walaadhdhaalliin
[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin..
wassalamu'alaikum wr.wb.
semoga manfaat..

novianti k. adikusumo
jatibening, bekasi

 

Monday, 11 May 2015

Healthy Mind, creates Healthy Life

Pagi ini ketemu lagi sama si Om Gas, di tukang sayur dekat sekolah. Jika tidak diberitahu, umumnya orang pasti mengira beliau di usia 60an. Terlihat dari rambut putih keabuan yang dibiarkan agak panjang sebahu, dengan postur tubuhnya yang berisi, tegap. Cara berjalannya pun gesit, mengendarai motor dengan dua tabung gas di kanan diri motornya. Tapi aku sudah tauuuu.. bahwa Om Gas ini usianya sudah delapan puluh empat tahun!  Walaupun sudah sering langganan gas dengan mama, tapi baru pas membantu pasang gas dua pekan lalu, beliau sedikit bercerita tentang keluarganya. Karena kubilang, "ah, moso om usianya sudah delapan puluh empat tahun?"  sementara beliau masih aktif naik motor, angkut gas elpiji duabelas kilo dari motor ke dapur, melalui halaman yang cukup menanjak, juga terampil memasangkan selang dan gas ke kompor. "Anak-anak saya semua tinggal di luar negeri.  Ada yang di Amerika, ada yang di Eropa, ada yang di Australia.  Istri saya ada tiga. Yang pertama sekarang di China, yang kedua pengusaha, sekarang saya tinggal dengan istri ketiga. Tetapi semua istri dan anak-anak semua tidak ada yang terlantar. Ayah saya yang suruh (menikah lagi) karena ingin saya punya anak perempuan, supaya bisa masuk syurga.." Sambil tersenyum, meluncurlah pertanyaanku ke Om itu, "Ohhh gitu ya, Oom... memangnya, kalau boleh tauuu... agamanya Om apa?" karena aku langsung teringat akan salah satu keistimewaan wanita dalam Islam, yang isinya sebagai berikut:  

"Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga."  

Om seraya menjawab, "Saya menganut agama "Tao" kepercayaan Tiongkok."  "Ooh.. iya Oom, syukurlah dapat anak perempuan ya."  "Iya, dapat dua lagi, makanya papa saya sayang sekali." sambungnya menerangkan.  Hehehe... seru juga dengar ceritanya, mama juga sampai ikutan happy ketawa-ketawa.. 

"Okaay.. thank you ya Oom.. terimakasih sekali sudah ditolongin pasang gas, juga terimakasih sekali dikasih cerita jadi boleh belajar dari pengalaman Om.. saya kebelakang dulu, takut masakan gosong sedang rebus2."
Sambil berjalan kedapur, aku sempat kepikir; ingat kondisi papa yang kurang fit di usianya yang 82 tahun, semenjak adik kesayangannya meninggal dunia,  teringat ayahnya teman yang usia 80 keatas juga tapi tiap minggu masih aktif memimpin rapat, juga keingat ayah mba Ajeng yang juga sudah 80an, masih aktif kerjakan terjemahan bahasa dalam mengisi hari tuanya.. 


Jadi rupanya, usia seseorang tidak bisa dijadikan patokan dari kualitas hidup orang tersebut.   Semua berarti berawal dari hati dan pikiran. 

Healthy mind, creates healthy life..

mensyukuri nikmat hidup
mensyukuri nikmat sehat
mensyukuri nikmat keamanan
mensyukuri nikmat keluarga
mensyukuri nikmat persahabatan
mensyukuri nikmat harta
mensyukuri nikmat iman dan hidayah.. 
a l h a m d u l i l l a a h..
b i s m i l l a a h i r r a h m a n n i r r a h i i m..

“Karena itu ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)Ku.”. QS Al Baqarah[2]:152.

 "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
(Al-Quran Al-Karim Surah Ibrahim [14]: ayat 7)

nka, 12 Mei 2015, Jatibening Baru