Sunday, 13 December 2015

WANITA dalam ISLAM ~ bagian I (pertama)

MAJELIS TAKLIM MIFTAHUL JANNAH
Jatibening, Sabtu 12 Desember 2015
Topik: W  a  n  i  t  a     d a l a m     I s l a m
oleh:    Ustadzah Hj. Ratu Faizah Ch

Assalamu'alaikum wr.wb. sahabat muslim sekalian, 
senang sekali dapat berbagi pengetahuan yang didapat dari Majelis Taklim, apalagi yang ini khusus mengenai wanita.  Semoga bermanfaat.
 
Pagi itu, Ustadzah Hj. Ratu Faizah Ch membuka dengan doa dan berikan tauziah dengan cepat, sebelumnya beliau menyampaikan bahwa sudah ditunggu pada acara seminar.  
Dari catatan yang diberikan berikut ini, kami baru hanya mendapatkan bahasan penjabarannya untuk poin nomor 1, yaitu kewajiban-kewajiban wanita sebagai hamba Allah (QS. 25 AL - FURQOON, ayat 63~77)



dengan penjelasan sebagai berikut: 

Poin no. 1. Kewajiban-kewajiban wanita sebagai hamba Allah
'ibaadurrohmaan;  mengabdi hanya kepada Allah.

QS. 25, AL-FURQOON (pembeda):

ayat 63
Dan Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

ayat 64
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka* 
(* = maksudnya, orang-orang yang sembahyang tahajud di malam hari semata-mata karena Allah)

ayat 65
Dan orang-orang yang berkata,"Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal."

ayat 66
Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruknya tempat menetap dan tempat kediaman.

ayat 67
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

ayat 68
Dan orang-orang  yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang Diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)dosa(nya).

ayat 69
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknyapada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

ayat 70
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka DIganti Allah dengan Kebajikan.  Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

ayat 71
Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

ayat 72
Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatanyang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

ayat 73
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan Ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

ayat 74
Dan orang-orang yang berkata,"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."

ayat 75
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

ayat 76
mereka kekal di dalamnya.  Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

ayat 77
Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak Mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu.  (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepadaNya), padahal kamu sungguh telah mendustakanNya?  Karena itu kelak (azab) [asto (menimpamu)."

Tambahan penjelasan dari Hj. Ratu Faizah ch, sebagai penjabaran di atas adalah sbb: 

1. sebaik-baiknya wanita itu tidak bersikap sombong.  harus rendah hati. Walaupun dijahili, maupun didzalimi, harus bersikap Kharimah (mulia).  

Tingkatan sikap yaitu; 
1. akhlaqul Hasanah (berakhlak baik)
2. akhlaqul Kharomah (berakhlak mulia)
3. akhlaqul adzhiim (berakhlak agung)

diberikan contoh, semisal dicela/ digoda dengan perkataan tidak baik, tetap tenang dan berikan jawaban dengan kata2 yang baik, kemudian mendoakan orang yang mencela atau yang mendzalimi dengan doa dan kata2 yang bagus untuk memohonkan kebaikannya.  Contoh lain diberikan, apabila kemudian mengetahui suami telah menikah lagi, tetap tenang, memaafkan dan bersikap baik kepada suami dan wanita yang menjadi istrinya tersebut, tetap mendoakan, dan jika mampu, umrohkan (ibu hj. ini berikan contoh tanpa bergurau, bahkan saat kami, ibu2 majelis langsung tertawa bernada protes; beliau menegaskan, saya menyampaikan ini sungguh-sungguh, sebagai contoh akhlaqul Kharimah yang mendapatkan balasan kebaikan dari Allah). 

2. Menjalankan sholat Tahajud semata-mata hanya karena Allah.

dengan menjalankan sholat tahajud yang terus menerus dilakukan, Allah akan berikan orang itu kemampuan dalam perkataan yang berat maknanya, sehingga didengar oleh banyak orang.  Ditinggikan derajatnya, baik di dunia maupun di akhirat.

3. Lidah yang selalu berdzikir, memuji kebesaran Allah, memohon hanya kepada Allah dan senantiasa mengingat Allah.

4. Dapat bersikap hemat, menjaga harta suami dan keluarga.  Dalam membelanjakan, selalu mengutamakan dan mengingat sesuai KEBUTUHAN saja, kebutuhan diri/ suami/ keluarga.   Bukan belanja berdasarkan hasrat maupun keinginan ini itu yang akan timbulkan keborosan dan berlebih-lebihan.

5. Tidak syirik, tidak musyrik.  yaitu tidak mempersekutukan Allah, tidak percaya ramalan, tidak mempercayai hal-hal kebendaan seperti bergantungkan keamanan kepada jimat, menyalakan lampu akan membawa rezki, tidak mentuhankan tokoh2 idola dan lain sejenisnya.

6. Tidak menyakiti/ mendzalimi sesama manusia, baik secara fisik maupun mental, apalagi membunuh (dlm hal ini tanpa alasan yg kuat).

7. Menjaga diri untuk tidak berzina; baik zina ucapan, perbuatan, hati maupun kehormatan.

~~~

Demikianlah, yang disampaikan oleh Ustadzah Hj. Ratu Faizah ch
semoga bermanfaat.  Beliau juga mengatakan, untuk sehelai catatan yang beliau berikan, biasanya pembahasan secara detailnya adalah selama 3 kali pertemuan, atau bahkan selama 1 tahun.  Ikhlas yaa..  insyaa Allah dilanjutkan di bulan depan. Kemudian beliau tutup majelis dengan doa, dan pamit melanjutkan ketempat lain.

insyaa Allah ikhlas, bu Hajjah... yang di atas saja, bacanya sudah berdebar-debar, sungguh untuk mengamalkan, banyak sekali harus belajar.. bersabar ... ikhlas.. dan sucikan hati.. 
Astaqfirrullohal adziim wa atubu' ilaiih... astaqfirrullohal adziim yaa qhofurrurrohiim.. 
astaqfirrullohal adziim yaa qhofurrurwadduud.. 

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Auudzubillaahi minasysyaaithoonirrajiim

“ Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk “


 AL FATEHAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ
bismillaahirrahmaanirrahiim
[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
alhamdulillaahirabbil’aalamiin
[1:2] Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ
arrahmaanirrahiim
[1:3] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
maalikiyawmiddiin
[1:4] Yang menguasai di Hari Pembalasan

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
iyyaakana’buduwa-iyyaakanasta’iin
[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
ihdinaashshiraathalmustaqiim
[1:6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
shiraathalladziinaan’amta’alayhim ghayrilmaghdhuubi’alayhim walaadhdhaalliin
[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin..
wassalamu'alaikum wr.wb.
semoga manfaat..

novianti k. adikusumo
jatibening, bekasi

 

No comments:

Post a Comment